Pages

Showing posts with label Financial Planning. Show all posts
Showing posts with label Financial Planning. Show all posts

Thursday, 10 November 2011

The Financial Thingy

sumber foto dari sini
November Ceria? haaahhh ceria beuhhh jauh dari ceria iniihhh *garugarukrambut*, diawali dari revisi financial keluarga yang gila gilaan dengan langkah melunasi semua hutang (berat cyiinnn tapi I must do it) kemudian atur dana untuk investasi plus dana untuk qurban idul adha, hmmm mungkin untuk sebagian orang menyisihkan dana untuk qurban sudah mereka cicil setiap bulan tapi ini tidak berlaku buat gw *kesalahanlagi*.

Sejumlah list revisi financial sudah gw beresin akhir bulan october kemarin, nah karena alokasi dana investasi plus pelunasan hutang yang bikin sesek nafas sudah terselesaikan disamping bikin lega juga bikin kita prihatin cyiinn karena baru minggu kedua November keuangan udah kembang kempis, tapi lagi lagi gw berfikir bisa tenang karena terbebas dengan hutang dan bisa dengan leluasa mengatur keuangan keluarga dengan baik dan lancar di tahun 2012, eeetapi yaaa ada aja yang bikin gw mellow lagi disaat andra sakit diare akut dan gw harus ke ke dokter, test lab plus nebus obat plus beli susu intoleransi laktosa *fiuuuhhh* kebayang dana darurat yang mulai tipis kepake :'( sedih pasti tapi buat anak gw gak terlalu mikir sih toh gw bisa reimburse juga (obat-obatannya). itupun belum termasuk imunisasi simultan andra yang kemungkinan membutuhkan budget besar untuk vaksin terakhir di periode umur 18 bulan , setelahnya imunisasi ulang umur 5 tahun.

Jadi dalam rangka prihatin di bulan november ceria ini gw memutuskan untuk menunda beli gadget (setelah gw pikir mending gw beli tv Lcd ya bookk atau furnitur rumah), pengiritan kedua yaitu penggunaan blackberry menggunakan paket unlimited 99rb/bulan sekarang gw switch ke paket gaul 45rb/bulan. Sebetulnya gak terbiasa sih menggunakan paket BB yang super irit ini karena gak bs browsing tapi karena terlanjur kecewa sama pelayanan semua provider internet BB jadi gw putuskan untuk switch ke pake yang standar ajwah.

So bulan ini adalah judulnya November prihatin :D *biggrin*, dan berharap bulan December Ceria *blinkblink* sambil melambaikan tangan pada hutang :)))

Monday, 6 June 2011

Gaya Hidup atau Hidup Gaya ?

Akhir akhir ini gw baca artikel tentang gaya hidup orang Jakarta yang penuh dengan "gaya", entah gaya karena memang pribadi-nya yang fashion dan branded atau memang hanya ikut ikutan -_- well terlepas dari itu semua mostly orang Jakarta selalu kemakan Gengsi (gengsi karena lingkungan yang menuntut trend) gengsi karena ingin dianggap oleh lingkungan sebagai orang "kaya", gengsi karena dianggap 'oke' gengsi karena dianggap sukses dan gengsi karena de el el.

Sebenernya kebanyakkan warga Jakarta adalah kelas menengah artinya punya hidup mapan (rumah,mobil dan bisa jalan jalan ke luar negri,bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari alias survive) tapiiii mereka pun punya kredit alias hutang, kredit atas KPR atau kredit mobil bahkan liburan ke luar negri mengandalkan KTA (kredit tanpa agunan) semua itu dijalankan atas dasar "Gaya" atau "Gengsi" ? mungkin rumah atau mobil adalah kebutuhan yaa bukan keinginan seperti hura hura jalan ke luar negri atau shopping great sale misalnya.

Banyak juga orang menghabiskan gaji (pendapatan mereka) hanya dalam 2 minggu didepan saja, setelahnya mereka menggunakan kartu kredit. Kartu sakti yang bisa membuat orang menjadi menderita karena tunggakkan bunga-nya yang gak make sense (bisa lebih dari 39.5% setahun!!) , padahal kalau saja kita pintar kartu kredit seharusnya merupakan suatu gaya hidup yang bisa membantu menuju kempanan finansial bukan justru sebaliknya membuat terjerat dalam hutang yang membuat perencanaan keuangan jauh dari tujuan hidup.

Hidup penuh pilihan, tentunya memilih keputusan dengan bijak bukan atas dasar "Gaya" atau "Gengsi" atau "Demi" dianggap mapan oleh lingkungan padahal kenyataan sebetulnya terbalik 180derajat. Banyak cara membuat diri kita bisa diterima oleh lingkungan, bukan hanya penilaian dari penampilan luar tapi cara pikir yang smart dalam meng-Goalkan tujan hidup yang sukses :)


Thursday, 5 May 2011

My First ReksaDana

Better Late than Never huehehehehe...kenapa ya gw baru sadar akan pentingnya investasi disaat umur 29th kenafaaa ? dulu yang gw tau hanya menabung dan deposito aja, jaman dulu pas kuliah padahal gw belajar tentang reksadana dari artinya sampai implementasinya tapi ya kenapa baru baru sekarang gw tergerak untuk invest ( ketauan bangeettt gw cuma modal hafalan ya :)) ) . Sebenernya gw udah pernah punya RD pendapatan tetap 4 tahun yang lalu karena dulu pemikirannya mau main "aman" yang gak beresiko hahahaha, semakin kesini banyak baca browsing sana sini, beli buku trus ikut seminar Financial Planner langsung deh yakin untuk memulai menata masa depan secara financial (halah bahasanya).

Jadiiii mulailah gw beli untuk biaya pendidikkan :
1. RD Campuran Schroder Dana Prestasi di Bank Mandiri --- by pendidikkan PG & TK
2. RD Campuran Schroder Balanced Syariah di Bank Commonwealth --- by pendidikkan SD
3. RD Saham di Danareksaonline --- by pendidikkan kuliah
 *by pendidikkan SMP dan SMU kok gw skip yaaa? ahahahhaa pertimbangan gw kan masih bisa invest 6th  (pas andra SD) , nah kalau byaya kuliah kan estimasi gw lebih maharani ya bookk jadi harus invest dari sekarang*

Nah lohh banyak kan tuh alokasi penghasilan gw sm simas untuk invest , prinsip kita berdua sih daripada kita susah dibelakang lebih baik susah sekarang biar nanti tujuan kita berdua untuk sekolah andra tercapai amiinn.
Sebenernya masih ada pe er nih untuk dana pesiun kita berdua, belum tau kita pake DPLK atau RD saham seperti saran mas Aidil Akbar, let see deh yaaa.

Ternyata memang dalam hidup itu harus punya tujuan dan cita cita yaaa karena kalau prinsip "Let It Flow" kita jadi gak punya target untuk menjadi lebih baik alias hidup lo akan biasa biasa aja (gak mau doonnggg T_T). Godaan belanja baju,sepatu,kosmetik,tas dll memang syaitoonn nirojjiimm bangeett dan hampir setiap bulan ada aja diskon atau midnight sale yang bikin deg deg-an nahan nafsu belanja Grrrrrrrr....tapi karena gw punya tujuan dan komitmen alhamdulillaahhh bisa displiinn harus ya bok!!. 


Sunday, 27 March 2011

Menyamakan Visi Rencana Keuangan

Jujur saja setelah berkeluarga menikah selama 2 tahun ini apalagi setelah memilikki Andra, visi keuangan aku sm simas sekarang harus satu tujuan karena gak gampang ya memang mengatur keuangan rumah tangga apalagi aku orang yang punya prinsip segala sesuatu harus well planned dan anti banget sama prinsip "Nanti aja dipikirin" oouw it's Big Big No No . Jadi segala sesuatu harus kita rencanakan dulu, misalnya 3th lagi Andra mulai sekolah jadi ya harus dipersiapkan dari sekarang atau kita mau liburan ke luar kota atau ke luar negeri ya harus dibuat budget dari sekarang. Sering banget lingkungan sekitar meremehkan tentang financial plan kita dengan kalimat seperti ini "ahhh udahlah nanti pas sekolah juga ada rejekinya" atau "udaaahh gak usah dipikirin sekarang" gile apatis banget yaa orang orang yang sounding seperti ini ups atau mereka optimis (tp optimis yg salah), nah kalau udah denger kalimat keluar seperti ini aku sm simas cuma bisa diem (males bookk berargumentasi sm orang lain yang gak punya wawasan tentan Fin Plan).

Banyak referensi ilmu yang kita dapet dari buku, koran atau social network seperti twiiter dan blogging akhirnya alhamdulillah pelan pelan aku dan simas mulai merombak semua cash flow keluarga biar sehat (minim hutang), dan pas kemarin ada expo tentang financial planner yang tergabung dalam IFPExpo ( Indonesia Financial Planner Expo ) langsung aku tertarik untuk daftar karena pengen lebih mendalami ilmu tentang bagaimana cara mengatur uang dengan baik.

Acranya mulai jam 09.00 wib sampa jam 15.00 wib , dan banyak talk show di IFPExpo dan semuanya FP terkenal seperti Ligwina Hananto (QM Financial), Safir Senduk dan rekan, Eko Hendarto, Aidil Akbar dan Lisa Soemarto. Kebetulan kemarin datang agak siang jadi cuma bisa mengikuti setengah acara deh :( tapi cukup worth it kok acara ini, basicly semua pengetahuan tentang financial plan yang pernah aku baca sudah aku aplikasikan dalam keuangan keluarga.

Oh iya IFPExpo kemarin membahas tentang :
  • Jangan jadi penabung atau deposan saja intinya Menabung saja tidak cukup!
  • Dana Pendidikan
  • Dana Pensiun
  • Cek Arus Kas
  • Investasi = Risiko + Tujuan + Hasil Investasi
  • Reksadana Pendapatan Tetap, Campuran dan Saham
  • Asuransi
Nah pas Aidil Akbar presentasi tentang biaya pendidikkan semua orang terkejut dengan biaya di masa yang akan datang, tapi aku gak terlalu kaget sih dengan talk show nya mas akbar karena memang aku sudah tau tentang inflasi di bidang pendidikkan yang setiap tahunnya bisa mencapai 20%, bahkan menurut Mas Akbar cara mengetahui angka ini bisa jadi alat KB (keluarga berencana) yang ampuh hahahahhahaa.
 
Intinya sih Aidil Akbar menunjukkan, dengan lifestyle seperti kita ini di Jakarta, dan inflasi biaya pendidikan itu biasanya lebih tinggi daripada inflasi per tahun negara, kalau kita menabung saja tidak mungkin itu terkejar biaya pendidikan anak kita yang jumlahnya bikin *gulingguling* itu. Mas Akbar bilang rata-rata kenaikan harga sekolah pertahun itu sampai 20% itu khusus di Indonesia lhooo....oh ya ada satu point penting lagi dari Mbak Lisa Soemarto menurut pengalaman beliau menyekolahkan anak di luar negeri lebih murah dari kuliah di Indonesia (exclude biaya kehidupn tentunya) dalam hal ini yang jadi perbandingan kuliah di Bandung (mengukur biaya cost living), jadi ternyata memang hanya negara Indonesia yang Inflasi biaya pendidikkan luar biasa *gulingguling*.

Overall sih rencana keuangan keluargaku berada di jalur yang benar, tentunya dengan alokasi nabung, dana darurat, investasi dan hutang yang sesuai dengan porsinya masing masing. Investasi yang kita pilih adalah reksadana, jadi 1 RD = 1 tujuan, dan hutang < 30% . Yang jelas, semoga tahun 2011 ini rencana keuangan keluargaku bisa lebih fit dan proper, dan bisa memenuhi target. Amiiin.

Sunday, 6 March 2011

Kontrol Duit

Tulisan ini gw sadur dari timeline twitter @aidilakbar..hashtag-nya tentang #kontrolduit, gw yakin banget info ini berguna buat kita kita yang punya penghasilan dan mempunyai keinginan yang buanyaakkkk :))...berikut tips tentang kontrol duit dari mas Aidil Akbar :

 1. Ketahui, buat dan patuhi budget anda 
 2. Berfikir positif; kalau nggak kebeli sekarang nanti juga kebeli kalau uangnya udah kekumpul. 
 3. Luangkan waktu utk melihat, cek & merencanakan keuangan anda 
 4. Get organized, beli buku organizer, catat keperluan anda selama 1thn kedepan dibuku tersebut 
 5. Prepare early, dengan get organized anda bisa mepersiapkan bujet jauh2 hari, bisa cari diskon 
 6. Jadikan save / invest now shop later sebagai tantangan & game yg FUN 
 7. Jadikan "cari diskon" sebagai hobby, gengsi? yg suka difoto majalah mahal aja msh suka diskon 
 8. Beli barang murah (diskon) adalah ketika anda HARUS membeli sesuatu & dapat harga murah 
 9. BUKAN: saya KEPINGIN beli barang karena sedang diskon
10.Jangan under-estimate uang kecil (receh), masukan kedalam botol & taruh dimeja kerja anda 
13.Saving/investment is painful, shopping is leasure,bertemanlah dgn "pain" dulu,leasure akan datang
14.Tricked your mind, "gaji bulanan" anda hanya 80% dr penghasilan, 20% buat zakat,tabungan&investasi 
15. Ketika uang terkumpul,cari timing diskon,belanjalah sepuasnya,U deserved it,after pain always leasure 

Gak salah follow pakar financial planner ini...gw selalu dapat tips-ilmu yang bermanfaat di bidang financial. 






Friday, 18 February 2011

Twitterland

Hampir 2 tahun punya account twitter dan selalu aktif  Tweet , Replies dan Retweet, semakin banyak orang yang aku follow semakin banyak informasi bermanfaat yang aku dapat terutama masalah informasi anak dari @theurbanmama sampai urusan keuangan @FinCheckUp, @AidilAkbar, @dini828. Alhamdulillah selalu dapet konsultasi gratis dari masalah alergi anak ( karena biasanya pertanyaan kita selalu di share ke followers-nya mereka ) , pernah konsultasi tentang keuangan sama mas aidil akbar dan beliau selalu jawab setiap pertanyaan, lumayan lah bisa nambah ilmu terus dan bermanfaat banget buat aku yang memang bgt lg concern sm keuangan.

Jujur baru sekarang aku merasakan manfaat dari twitter begitu dahsyat buat nambah ilmu, karena setiap TimeLine yang mereka sebar selalu bermanfaat , jadi lama lama banyak banget ilmu tentang finansial yang aku dapet dan bisa share sama teman teman. Oh ya mereka punya web juga yang sering banget aku baca seperti the urban mama , aidil akbar ,  dan mbak dini. 

Thanks to Twitter *kedipkedip*

Wednesday, 2 February 2011

Cashflow Sederhana

Yihaaaaa entah kenapa gw selalu terdampar pada para blogger Anggi, Indah, dan Bheboth dan selalu baca postingan terbaru tentang financial, nah mumpung masih awal bulan dan awal tahun pula jadi pas banget dengan mengkoreksi cashflow gw.
Cashflow terdiri dari 2 item penghasilan dan pengeluaran , nah biasanya orang lebih mudah mengingat pengeluaran daripada penghasilan. ada case banyak orang lebih besar pengeluaran sehingga di akhir bulan ujung ujungnya utak atik tabungan (itu namanya defisit) . Kalau pengeluaran saja sudah deficit ( itupun belum termasuk pengeluaran untuk tabungan atau investasi) lalu kapan jangka panjang dipikirin? coba mampir ke web ini atau ini dijamin Insya allah pengetahuan akan financial tercapai amiinnnn .
Cashflow sederhana :
- Pastikan : total cicilan hutang ga lbh dr 30%, pengeluaran rutin&non rutin: 30-50% tergantung jumlah  keluarga. Invest/nabung= 20 - 40%.
- List pengeluaran rutin: zakat, listrik,makanan,hp, internet, transportasi, gaji ART dll. (pengeluaran wajib)
- List cicilan : cicilan hutang kartu kredit, KPR,KTA
- List pengeluaran tahunan : asuransi , kebutuhan hari raya.
- List pengeluaran non rutin : entertainment, makan di luar, jalan2 
- Pastikan punya dana darurat minimal 6 x pengeluaran rutin perbulan ( nah ini susah bgt ngumpulinnya )

Biasanya cashflow kita akan rusak untuk hal yang kecil atau biasa kita sebut dengan printilan (hadoh bahasanya) nah ini juga harus diperhitungkan, teteuuppp harus disiplin menabung dan berinvestasi. Ingat dengan kebiasaan yang baik bisa membuahkan hasil yang manis *BIGsmilleee* oh ya sekali lagi beda ya pengertian menabung dangan Investasi. 
Menabung = Menyimpan Uang sedangkan Investasi = Mengembangkan Uang .

Gambar diambil dari sini


Monday, 31 January 2011

Dana Pensiun *gubrak*

Hahahahahaha giling..barusan iseng browsing webnya Mrshananto dan iseng iseng itung itung biaya pensiun disaat umur gw 55th...dan hasilnya wkwkwkwkwkwkkkkwwww *gliyenggliyeng* coba banyangkeun gw punya waktu selama 27th untuk menabung CATET!! nabung bookk ( tunggu gw pengen ketawa lagi hahahahah ) oke serius lagi, jadi begini ya secara kalkulasinya umur gw 28th dan saat ini biaya hidup perbulan estimasi IDR5jt untuk tahun 2011 , kemudian setelah gw coba hitung pake kalkulatornya QMFinancial (dengan expense ratio perbulan 90% di masa usia pensiun nanti ) hasilnya biaya gw harus mempunyai total dana pensiun sebesar jrenngg IDR 15,961,002,658.38 *matamelotot*.

Sumpah ya ini bukan lelucon tapi ini benar benar serius :)) :)) alamaaakkkk dari mana uang segindang, nabung? mana bisa secara suku bunga bank gak bisa diareppinnn, trus deposito? bwahahaahaha ini lageee mana tahannn bunga-nya bakal kemakan seiring dengan kenaikkan inflasi pertahun. Nahhhh biar pinter sering sering lah tanya tanya informasi atau googling tentang investasi (blah). Ayo belajar belajar biar semakin pintar atau sekarang kan ada Financial Planner banyak banget yang terkenal seperti Aidil Akbar, Ligwina Hananto, Safir Senduk ( orang ini yang pertama kali gw tau sebagai FP ) dan masih banyak lagi.

Pingsan lagi ah Zzzzz..ZzzzZzz


Friday, 21 January 2011

Racun oh Racun Kartu Kredit

Beruntung banget gw follow @dini828 dan @aidilakbar isi timeline-nya sangat informatif khususnya tentang financial dan gak jarang juga gw merasa tertampar huahahahaha dengan twiit mereka *tepokjidat*. Gw suka banget dengan semua artikel yang mas Aidil Akbar tulis di blognya dan blog mbak dini  yang apik bgt sampai akhirnya bisa membuat gw sadar untuk disiplin tentang cara mengatur keuangan, sebenernya gw memang senang dengan artikel tentang finansial lumayan lah gak sia sia kerja bagian accounting huehehehehe .

Anyway tadi pagi gw dapet update-an dari mbak dini tentang rekomendasi harian yang mengulas tentang inflasi dan kenaikkan suku bunga BI dll wessss sadis yeaaaaa biar lebih gampang gw copy aja ya rekomendasi financial (sumber: web aidil akbar ) :
Rekomendasi :
1. Beli logam mulia donk, harga hari ini 402rb/gram sebelum naik lagi
2. Beli reksadana saham sudah turun2nya nih, bagi yang memang rutin masukin tiap bulan beli aja ga usah kawatir soal pasar deh. Normal naik turunnya
3. Inflasi kedepan makin membahayakan cashflow. BI berencana untuk menaikan suku bunga dari 6.5% ke 6.75% . Watch out bagi yang memiliki produk ada instrumen obligasi. Karena apabila suku bunga naik, harga obligasi akan turun
4. Siapkan dana darurat bagi yang belum punya. Bagi yang suda punya dapat menambah lagi jika diperlukan
5. Jangan boros, banyak opportunity investasi untuk beli di harga rendah pada saat ini.
6. Suku bunga dinaikin, bunga kredit kemungkinan akan naik juga. Hati2 bagi yang memiliki hutang. Harga property juga akan meluncur naik.
7. JANGAN MENAMBAH HUTANG KONSUMTIF! Kalau perlu dilunasi secepatnya

Oh my Goddd jangan menambah hutang konsumtif susahnya ya mengkontrol uang plastik ini, rasanya mau gw gunting gunting biar gak pernah dipake lagi, tapi kadang tergiur kalau liat discount atau sale di mall atau makan yang di-discount sponsored by kartu kredit tersebut *yasalaaaammm*, emang gak terasa gesek trus barang atau makanan bisa kita milikin. Tapi memang sepertinya gw harus sadar diri nih untuk selalu disiplin disertai komitmen : tdk belanja yg tdk perlu,lunasi hutang, dahulukan investasi/saving, siapin dana darurat.

Tarik nafaaaassss dan Bismillah *sambil teriak* SAYA BISA!!

Friday, 7 January 2011

Don't Put Egg in one Basket

Oh mayyyyy Gattt...barusan iseng baca web mbak Ligwina Hananto dan coba klak klik itung2 biaya pendidikkannya andra...aihhh mateee *pingsan* maharaniiii yak. Sebagai orang tua memang gw sm simas akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yg terbaik buat andra, untung gw hobi bgt baca ( Geerrr ) jadi semakin banyak referensi ttg investasi dan cara menghitung biaya pendidikkan future jadilah gw mulai singsingkan lengan baju dan ikat kepala *lebayyyy* biar bisa mendapatkan biaya pendidikkan beberapa tahun kemudian.

Setiap kita dapet rejeki sekarang diusahin banget untuk alokasi menabung rutin ataupun masukkin di reksadana, so far sih masih punya reksadana campuran Schroder itupun beli di Bank Mandiri, dan grafiknya belum keliatan signifikan, yaahhh namanya juga belajar investasi (selagi muda) jadi pelan pelan kita bisa belajar lebih banyak tentang reksadana. Pengennya sih beli reksadana saham langsung lewat Manajer Investasi PNM tapi masih pilih pilih nih yang returnnya stabil sambil nunggu rejeki dateng lagi hehehehehe.

Menurut financial planner terkenal kita jangan taruh uang kita di satu tempat karena rugi bangeettt , contohnya punya uang yang lumayan nihhh kemudian kita depositoin doang , beuuhh pasti rugi karena kita cuma bisa menghrapkan bunga dari deposito yg rendah banget setiap tahunnya bahkan cenderung rugi dengan potongan pajak bunga deposito. Seiring dengan informasi yang akurat bahwa banyak cara ber-investasi maka kalau kita punya rejeki banyak ya di split split ( aduh bahasanya ) ke logam mulia ( sekarang udh 414rb lohhh ) dan Reksadana ( terutama RD saham ) .

Ayooo semangatttt menabungg demi si kecil :)

Thursday, 16 December 2010

Biaya Pendidikan

Ternyata pikiran gw berubah drastis soal keuangan, apalagi setelah punya satu anak jadi perlu pemikiran yang cukup serius untuk menata masa depan. Anak adalah titipan dari Tuhan oleh karena itu Insya allah gw dan simas mencoba utk maksimal dalam memenuhi kebutuhan andra. Sedikit sharing tentang mempersiapkan dana pendidikkan yaa.

Hobi baca dan cari informasi inilah akhirnya membuat gw dapet banyak ilmu tentang investasi terutama untuk dana tabungan pendidikkan. Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan di Indonesia akan terus naik sebanyak 10% setiap tahun tapi realitanya lebih dari itu *realitybites*, coba kita inget-inget biaya SD, SMP, SMU sampai perguruan tinggi, jika dibandingkan nilai uang secara persentase pastinya nilai inflasi pendidikkan naik lebuh dari 10% ( tp tergantung dari pilihan sekolahnya sih ).

Mengumpulkan dana pendidikan ada beberapa cara ( menurut ibunya kiandra loh yaa ) :
1. Tabungan Pendidikkan. Tabungan berjangka ini yang dikeluarkan bank dengan bunga diatas tabungan biasa dimana jangka waktunya akan didesain sesuai dengan kebutuhan pembiayaan sekolah anak. Jika pengambilan uang dilakukan tidak sesuai masa kontrak maka akan dikenakan pinalti. contohnya Tapenas dari produk BNI. Menurut gw cara ini sangat meringankan orang tua yang punya pendapatan sangat terbatas namun mempunyai well prepare untuk anakknya sekolah.
2. Asuransi Pendidikkan. Produk dari perusahaan asuransi yang berupa tabungan pendidikan dan sekaligus menyediakan proteksi jiwa dan kesehatan untuk anak. Tabungan rutin yang masuk akan dialokasikan untuk premi asuransi dan sisanya akan diinvestasikan di instrumen-instrumen investasi. Biasanya produk ini disertai juga dengan ilustrasi berapa jumlah uang yang bisa diambil pada tahun-tahun tertentu sesuai dengan usia masuk sekolah anak. Biasanya premi untuk asuransi ini cukup besar jika kita memilih produk asuransi pendidikkan plus kesehatan krn selain kita harus bayar premi utama kita jg harus bayar premi untuk pendidikkan. Setelah gw simulasi perhitungan Asuransi tidak bisa menutupi biaya pendidikkan ank sampai kuliah karena nilainya terlalu rendah alias tidak bisa melawan inflasi pertahunnya.
3. Investasi Lainnya seperti Reksadana atau Logam Mulia. Jujur gw belum memahami secara detail ttg simulasi investasi yang satu ini karena gw blm bikin perhitungan di excell hueheheueueu....jadi hitung sendiri aja ya unit dan preset value-nya. Tapi overall gw recomend bgt sam tabungan pendidikkan ini karena seperti yang gw tau dr financial planner aidil akbar ada tiga instrumen yg sangaatt bgs utk investasi jangka panjang salah satunya pendidikkan yaitu properti (rumah atau tanah), logam mulia (emas batang ya), dan reksadana (tetap,campuran,saham), kenapa tiga instrumen tersebut jadi yg utama? karena instrumen tersebut nilainya bisa melawan inflasi yg terjadi setiap tahun (bca buku ekonomi sekolah dulu deh :)) ).

So, begitulah dasar kenapa gw akhirnya mutusin untuk pake reksadana dan tabungan (tapenas) , kalau  tapenas sendiri hanya untuk mendisiplinkan menabung saja . Reksadana ini gw pilih beli melalui bank Mandiri alsannya karena praktis gak perlu telp MI (Manajer Investasi) dan fax-faxan, jadi kita dateng ke CS kemudian kita tinggal bilang mau beli reksadana and then selesai deh kita punya reksadana, as simple as that. oh ya utk reksadana yg kita beli melalui bank ataupun MI kita bisa cicil kok sesuai kemampuan, biasanya pembelian unit reksadana minimal Rp.500rb kemudian kita bisa mencicil sesuai kemampuan dengan cara auto debit. Nahh kalau Tabungan ( tapenas ) gw punya di BNI, produk inpun flexible bgt, kita tinggal pilih nominal yg akan kita tabung dimulai dari Rp.100rb sp Rp.1juta dan tabungan akan otomatis terdebit dan kita terikat kontrak minmal 2th gak bisa diambil. 

Saat ini RD pada dasarnya bisa diperoleh di 2 lokasi: langsung melalui Manajer Investasi (MI) atau melalui Bank Penjual RD. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya:

1.      1.  Manajer Investasi. Keunggulannya adalah kita bisa lebih jelas mendapatkan informasi tentang semua produk yang mereka terbitin (walau pun ini masih tergantung dari agent yang kita hadapi). Selain itu juga dana setoran awal dan top up berikutnya biasanya relative rendah dibandingkan dengan yang dijual di bank. Selain itu juga kebanyakan yang gw tau para MI ini ngga mengenakan biaya apa pun pada saat pembelian. dibutuhkan materai untuk buka account. Kekurangannya, agak merepotkan, saat kita mo beli RD, kita harus datang ke bank penjual produk tersebut. Udah gitu bukti pembeliannya harus kita fax ke MI dan kemudian confirm via telpon ke agent bahwa kita udah ngefax dan minta mereka mengexecute pembelian ngikutin NAB hari itu or besoknya.

2.     2.  Bank penjual. Keunggulannya yang utama adalah praktis. Kita cukup datang ke customer service trus ditunjukin berbagai produk yang dijual ama mereka dan kita bebas untuk milih. Ini tentu beda dengan kalo lewat MI langsung karena produk yang dijual pasti hanya terbatas pada produk mereka sendiri. Hanya mungkin para customer service di bank tidak akan sejago para sales MI dalam penjelasan detail. Barangnya sama aja kok. Kelemahannya hanya terletak pada fee setiap kali pembelian dilakukan. Tapi biasanya ngga mahal, berkisar antara 0.5% - 2% aja. Yang 2% pun biasanya dikenakan untuk pembelian dengan autodebet ato internet banking. Tapi sbenernya ini murah banget lho.

So far reksadana is the best karena investasi ini bisa kasih return tinggi, tapiii...ya sesuai dengan prinsip ekonomi "High risk High Return" , yg namanya invest jangka panjang sih gak usah dipikirin lah yaaa kan TREND cenderung naik. Selamat berinvestasi......

Monday, 15 November 2010

Mengelola Keuangan

Geli bangeeettt baca artikel kompas ini, gw cuma bisa manggut manggut dan termangu *ngok*..dan berikut tanggapan gw :

1. Anda lebih banyak menabung daripada membelanjakan uang.----lebih banyak belanja!!
2. Anda menghargai komitmen terhadap uang ---- belum terlalu punya komitmen
3. Anda tidak memiliki utang ---- bwahahahhaaha jangan ditanya ini..absolutely yes I have!!
4. Anda selalu bersikap skeptis ---- bisa sih konsisten utk tidak tergoda sm SALE !!
5. Anda mampu pensiun pada usia 50 tahun ---- Insya Allah dan blm terpikir, PR bgt nih buat gw
6. Anda memiliki reputasi kejujuran ---- gw blm mengerti ponit ini... :(   
 
Wah dari 6 point diatas keliatan bgt yak gw orang yg tidak pandai mengelola keuangan, tapi gw cukup konsisten utk menahan diri berbelanja hal yg sifatnya hanya "ingin" bukan "butuh". Tapi sejak ada andra pikiran gw selalu belanja buat andra terus , dari baju,topi,celana,sepatu, mainan hadeeehhhh habisnya lucu2 bgt dan gw pgn anak gw terlihat apik (maklum emak2 perfecto) *lapkeringet*.

Akhir2 ini yang ada dipikiran gw adalah investasi, invest berupa reksadana, deposito dan logam mulia. Dari ketiga instrumen investasi tersebut gw ingin mendalami reksadana, and thx to mbah google yg dengan mudahnya gw cari informasi ttg reksadana dari segi keuntungan dan kerugiannya. Hmmmmm Insya allah nanti gw review ttg 3 investasi tersebut, sekalian share knowledge (CMIIW) yaaa :) :)